Kumpulan Syair Cinta Karya Jalaludin Rumi

on Selasa, 31 Mei 2011
I.

Cinta mengubah kepahitan menjadi manis

tanah dan tembaga menjadi emas

yang keruh menjadi jernih

si pesakitan menjadi sembuh

penjara menjadi taman

derita menjadi nikmat

kekerasan menjadi kasih sayang


II.

Cintalah yang telah melunakkan besi

mencairkan batu

membangkitkan yang mati

meniupkan kehidupan pada jasad tak bernyawa

mengangkat hamba menjadi sang majikan

.

III.

Cinta bagaikan sayap

dengannya manusia terbang di angkasa

menggerakkan ikan menuju jala sang nelayan

menghantar si kaya meraih bintang di langit ketujuh

Cinta berjalan di gunung

maka gunungpun bergoyang menari

IV.

Cinta itu kekayaan sejati

takkan bersatu dengannya

singgasana raja dan sultan

siapa yang telah mencicipi

takkan ada lagi anggur yang melebihi

Cinta adalah raja diraja

kekuasaan rajapun bersujud di hadapannya

sultan dan khalifah menjadi budaknya

V.

Cinta bagaikan penyakit tanpa obat

setiap penderita meminta ditambahkan penderitaannya

dengan suka cita mereka berharap

kepedihan dan derita dilipatgandakan

Takkan ada minuman di dunia

yang manisnya melebihi racun ini

Takkan ada lagi kesehatan di dunia

yang lebih baik dari penyakit ini

Cinta memanglah penyakit

tetapi, penyakit yang menyembuhkan semua penyakit


siapa saja yang pernah mengidapnya

takkan pernah lagi menderita penyakit lain

VI.

Cinta adalah warisan Sang Adam

sedangkan kecerdikan itu barang dagangan syetan

tempat si cerdik dan bijaksana bersandar pada jiwa dan akalnya

Cinta berarti penyerahan dri

karena akal bagaikan seorang perenang

yang terkadang sampai ke tepian

sering juga tenggelam di tengah jalan

Tak sebanding dengan Cinta ini

ibarat bahtera Nuh yang terselamatkan

VII.

Tidak setiap kita berhak dicintai

karena syarat dicintai adalah akhlak dan keutamaan

namun ambil bagianmu sebagai pecinta dan nikmatillah

Jika dirimu tidak menjadi yang dicintai

maka jadilah yang mencintai

Jika dirimu tidak beruntung menjadi Yusuf

tak ada halangan bagimu menjadi Ya’kub






(Dicuplik dari sana-sini, dari berbagai buku dan literatur. Karena hampir semua buku Indonesia tentang Rumi diterjemahkan dari bahasa Inggris, menurut saya pribadi ada yang kurang dalam rasa bahasa - jadi dengan sangat terpaksa saya ubah disana-sini untuk menyesuaikan dengan rasa bahasa yang “menurut saya” lebih enak di hati. Mudah-mudahan tidak ada makna yang berkurang. Seandainya ada yang merasa tidak cocok dengan terjemahan ini, mohon dimaklumi saja)

0 komentar:

Posting Komentar